cuci.uk – Seorang miliarder keturunan tidak benar satu keluarga terkaya Amerika telah keluar sebagai tokoh utama yang menunjang kampanye pemilu Donald Trump pada th. 2024. Selain mendengarkan lagu, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs GARDAJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

Dengan donasi sebesar $50 juta (£39,5 juta) yang diberikan pada tanggal 31 Mei, Timothy Mellon yang berusia 81 th. telah menjadi donatur terbesar bagi mantan presiden berikut sejauh ini sepanjang siklus pemilu ini.

Mellon, pewaris keluarga perbankan Mellon yang berbasis di Pittsburgh, terhitung merupakan donor terbesar untuk kampanye kandidat mandiri Robert F Kennedy.

Dikenal sebagai seorang pertapa, Mellon yang tinggal di Wyoming menjauhkan sorotan dan lingkaran sosial miliarder AS lainnya.

Inilah yang kami ketahui.

Siapa Timotius Mellon?

Menurut majalah Forbes, Mellon adalah keturunan Thomas Mellon, seorang imigran Irlandia yang kaya raya di bidang real estat dan perbankan sehabis tiba di AS pada th. 1818.

Keluarga Mellon – yang terhitung terhitung kakek Mellon, Andrew, mantan Menteri Keuangan AS – pas ini mempunyai kekayaan lebih berasal dari $14 miliar (£11 miliar). Forbes memperkirakan keluarga Mellons adalah keluarga terkaya ke-34 di AS.

Lahir pada th. 1942, Mellon kuliah di Universitas Yale area ia mempelajari rencana kota. Ayahnya adalah donor utama di sekolah berikut dan sedia kan dana untuk mendirikan Yale Center for British Art – koleksi seni Inggris terbesar di luar Inggris.

Pada th. 1981, Mellon membentuk Guilford Transportation Industries, sebuah perusahaan induk yang diberi nama cocok kampung halamannya di Guilford, Connecticut. Mereka bersama cepat belanja tiga jalur kereta api besar yang membentang berasal dari Kanada, lewat New England dan ke lokasi Atlantik sedang di Amerika.

Perusahaan tersebut, yang sepanjang ini menjaga fokus utamanya pada jalur kereta api, berubah pada th. 1998 kala belanja merk Pan American World Airways yang terkenal – tapi telah lama bangkrut.

Mungkin sebab merubah pembelian tersebut, Mellon telah mengembangkan kecintaannya untuk terbang pada waktu-waktu berikut – menggunakan lebih berasal dari 11.500 jam di kokpit.

“Sebagai pemilik perusahaan [Pan Am] dan bersama keterampilan yang dibutuhkan untuk lakukan pekerjaan itu, ia menjadi pilot komersial dan benar-benar merawat institusi Amerika yakni Pan Am senantiasa terbang,” demikian bunyi sinopsis otobiografi mendatang yang dapat diterbitkan. pada th. 2025.

Melalui banyak hal ini, ia menjabat sebagai wali di Yayasan Andew W. Mellon, mengundurkan diri pada th. 2002 sehabis 21 tahun.

Tiga th. kemudian, pada th. 2005, Mellon meninggalkan negara asalnya Connecticut menuju Wyoming. Sejak pas itu, ia tinggal di sana, menjauhkan sorotan dan jarang bicara kepada media.

Pandangan politik Mellon

Bahkan sebelum akan sumbangannya baru-baru ini untuk kampanye Trump, Mellon mempunyai sejarah menyumbang kepada kandidat dan target konservatif.

Pada th. 2010, Mellon menyumbangkan sekitar $1,5 juta ke negara bagian Arizona untuk membiayai biaya hukum untuk membela SB 1070, sebuah undang-undang anti-imigrasi yang kontroversial.

Baru-baru ini, Mellon menunjang mendanai pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko oleh Gubernur Texas Greg Abbott, dan sedia kan lebih berasal dari $53 juta untuk proyek berikut pada th. 2021.

Dia terhitung telah mengimbuhkan dana kepada beragam PACS super yang berpihak pada Partai Republik – atau “komite aksi politik” – untuk menunjang kandidat konservatif.

Mellon menyoroti lebih dari satu pandangan politiknya kala dia menulis memoar yang diterbitkan sendiri pada th. 2015. Di dalamnya, ia mengutuk apa yang ia sebut sebagai program jaring pengaman sosial “Slavery Redux”.

Mellon terhitung menulis bahwa pemilih kulit hitam diberikan “gratis” sebagai imbalan untuk “memberikan suara”. Dia mengklaim “proyek terbesar” ini “didanai oleh orang-orang pekerja keras…yang benar-benar jujur ​​atau benar-benar sombong untuk melepas diri mereka tenggelam di dalam rawa ini”.

Sebagai imbalannya, katanya, orang kulit hitam Amerika menjadi “lebih agresif” dan menjadi “budak tuan baru, Paman Sam”.

Namun, Mellon kadangkala mengimbuhkan sumbangan kecil kepada Partai Demokrat, terhitung $2.700 untuk kampanye progresif Perwakilan New York Alexandria Ocasio-Cortez pada th. 2018.

Dia menyebutkan kepada Bloomberg News pada th. 2020 bahwa dia coba mengembalikan sumbangan tersebut, tapi dia menampik untuk mencairkan cek tersebut.

Mellon terhitung mengungkapkan kekagumannya pada Trump di dalam wawancara yang jarang terjadi tersebut, bersama menyebutkan kepada Bloomberg bahwa “dia telah lakukan hal-hal yang dia janjikan, atau coba lakukan hal-hal yang dia janjikan”.

Pencapaian Trump yang paling menonjol, menurut Mellon, adalah “dalam perdagangan dan memperbaiki keseimbangan pada negara kami dan seluruh dunia, khususnya Tiongkok”.

Pencarian Mellon untuk Amelia Earhart

Pada th. 2012, Mellon menyumbangkan $1 juta kepada sebuah kelompok yang berdedikasi untuk mendapatkan sisa-sisa dan pesawat Amelia Earhart, seorang penerbang Amerika terkenal yang hilang pas terbang di atas Pasifik pada th. 1937.

Ric Gillespie, direktur eksekutif kelompok berikut – Kelompok Internasional untuk Pemulihan Pesawat Bersejarah – kemudian menyebutkan kepada sarana AS NOTUS bahwa Mellon join bersama mereka di dalam ekspedisi yang sia-sia untuk melacak pesawat tersebut.

“Kami tidak mendapatkan apa pun,” kata Gillespie. “Tetapi dia tidak mengeluh apa pun, dia cuma ikut dan juga dan tidak benar-benar melibatkan diri. Dia menggunakan lebih dari satu besar waktunya duduk di kapal, membaca.”

Setahun kemudian, Mellon mengajukan gugatan pada organisasi berikut dan mengklaim bahwa pesawat berikut telah ditemukan sebelum akan dia mengimbuhkan duwit kepada mereka.

Namun hakim mengambil keputusan menolaknya, bersama memperlihatkan bahwa para pakar Mellon sendiri tidak dapat memperlihatkan bahwa pesawat berikut telah ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *